September 20th, 2007
Jumat sore 7 September 2007, mendung dan berangin di Sorowako. Perenungan menunggu azan Isya sedikit terganggu oleh dering HP, rupanya dari karib lama : Moyardi Kasim. Saya yakin, dia pasti menelpon dari ruang kantornya yang apik di lantai 2 showroom Mitsubishi jalan Veteran 14 Padang. Pasti sendirian, karena karyawan sesorean biasanya sudah pada pulang. Read the rest of this entry »
Posted in Community, Economy, Education, History, Leadership, NGO, Organic Farming, Personal, Self Reliance, Social Network, Testimony, Uncategorized | 2 Comments »
April 20th, 2007
Â
Banyak kritik yang mempertanyakan legitimasi LSM untuk melakukan pembelaan melalui gerakan lingkungan, khususnya dalam menggugat perusak lingkungan dan pelaksanaan kebijakan publik yang berdampak negatif pada lingkungan. Atas hak apa gerakan lingkungan boleh menyeret industri pencemar atau instansi pemerintah ke pengadilan. Baik atas dasar pidana – perdata atau ke PTUN untuk kesalahan administrasi publik, antara lain tersebab mengeluarkan perijinan. Read the rest of this entry »
Posted in Column, Community, Cultural Right, Economy, Environment, Forest Management, Intangible Assets, Local Initiative, Natural Conservation, People Economy, Self Reliance, Sustainable Development | 1 Comment »
April 12th, 2007
Di sela-sela Seminar Internasional tentang “People – Centered Development†di Chiangmai, Meechai tokoh KB dan Kampanye AIDS Thailand, mengajak Uwan untuk bermalam di kawasan perkebunan pinggir kota. Magrib di Juni 1990 itu, kami hanya perlu satu jam bermobil ke pedesaan tempat kakak sepupunya Langkorn menetap dengan berkebun lengkeng dan leici. Mata pencaharian mereka sekeluarga hanyalah kebun 2 jenis buah itu seluas 2 hektar lebih kurang. Read the rest of this entry »
Posted in Agriculture, Community, Economy, Environment, Forest Management, Intangible Assets, Local Initiative, Natural Conservation, Organic Farming, People Economy, Self Reliance, Sustainable Development | 1 Comment »
April 11th, 2007
Â
Akhir minggu di akhir Juni 2001 Uwan ikut rombongan mengantar sumbangan pembaca Mimbar Minang ke propinsi bencana gempa Bengkulu. Banyak pengalaman mengharukan ditemui. Rumah-rumah penduduk, bangunan pemerintah maupun swasta banyak yang hancur. Korban meninggal cukup banyak, ratusan pula yang luka berat dan ringan. Fasilitas publik umumnya mengalami gangguan. Read the rest of this entry »
Posted in Community, Education, Environment, Leadership, NGO, Social Network, Sustainable Development, Urban Management | No Comments »
April 11th, 2007
Â
Mengembangkan pemikiran tentang pelestarian sumberdaya laut dan pesisir nampaknya tidak pernah berhenti dilakukan oleh sejawat Uwan dari LP3M Makassar. Setelah bertahun-tahun mendampingi masyarakat di pulau-pulau yang berpenghuni di Taman Nasional Taka Bone Rate, Kabupaten Selayar dan pulau-pulau di kabupaten Pangkajene, kini mereka sedang merintis apa yang diistilahkannya sebagai Peperiber. Maksudnya pengembangan perikanan berkelanjutan. Taka Bone Rate merupakan kawasan terumbu karang terbesar nomor tiga di dunia. Untuk menjajakan konsep itu Uwan menemani petinggi LP3M, Bung Sufrie Laude dan Hermanto Azis, road-show ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Perikanan dan Kelautan. Respons cukup menggembirakan, paling tidak ada antusiasme dari kedua lembaga pusat itu. Read the rest of this entry »
Posted in Coastal Management, Column, Community, Cultural Right, Economy, Ecotourism, Education, Environment, Intangible Assets, Local Initiative, Marine Management, Natural Conservation, Organic Farming, People Economy, Self Reliance, Sovereignity, Sustainable Development | No Comments »
April 11th, 2007
Ferdimet Abadi, adik Uwan wirausahawan unik kelahiran Kumpulan – Bonjol yang berusia 43 tahun itu memang lain. Pria yang selalu berpakaian rapi ini menguasai tujuh bahasa dunia yaitu bahasa Inggris, Jerman, Italia, Jepang, Thailand, Perancis dan Belanda yang membuatnya terkatagori warga kosmopolitan. Hal mana tercermin dari perjalanan hidupnya dan kegiatan bisnis yang kini ditekuninya. Salah satu bisnis utama yang kini tengah giat dikelolanya langsung adalah menjual rumah meditasi bongkar pasang berbahan jati bekas (knock-down recycle teakwood meditation room) yang pemasarannya luas ke mancanegara dan dipasarkan melalui internet. Read the rest of this entry »
Posted in Coastal Management, Economy, Ecotourism, Environment, Forest Movement, Intangible Assets, Sustainable Development | No Comments »
April 11th, 2007
Belakangan baru Uwan paham bahwa politik pertanian kita di era Orde Baru dulu memihak kepada pangan dan itu umumnya fokus ke dataran rendah, khususnya padi, jagung dan kedele. Untuk dan atas alasan kestabilan politik, berbagai sumberdaya diarahkan kepada peningkatan produktifitas pangan. Stabilitas politik yang dibutuhkan untuk merealisasi pembangunan Indonesia, salah satunya dikembangkan melalui program stabilitas pangan. Sektor perut dan konsumsi yang mencukupi akan meredam keresahan rakyat yang pada gilirannya akan mendatangkan rasa aman sehingga stabilitas politik bisa dicapai. Read the rest of this entry »
Posted in Agriculture, Column, Community, Economy, Environment, Forest Management, Intangible Assets, Local Initiative, NGO, People Economy, Self Reliance, Social Network, Sovereignity, Sustainable Development | No Comments »
December 8th, 2006
Uwan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Mohon perkenan dan doanya.
Posted in Personal | 17 Comments »
November 24th, 2006

Selasa pagi 11 Maret 1986, masih dingin di Illinois. Uwan berkunjung ke bekas rumah Presiden Abraham Lincoln di desa Springfield. Rumah Presiden Amerika ke 16 yang berkuasa pada 1858 – 1862 terkesan bersahaja sesuai prinsip hidupnya. Lincoln dari selatan terkenal sebagai presiden yang mengharamkan perbedaan warna kulit dan menentang perbudakan.
Untuk itu ia menjadi salah satu presiden legendaris, pujaan jutaan warga kulit hitam Amerika. Ia lebih melegenda setelah terbunuh dalam suatu pergumulan politik ras berkepanjangan.
Read the rest of this entry »
Posted in History, Local Initiative, Politics, Tourism | 2 Comments »