Archive for the ‘Intangible Assets’ Category

Mandat Lingkungan

Friday, April 20th, 2007

Maninjau Hutan1.jpg 

Banyak kritik yang mempertanyakan legitimasi LSM untuk melakukan pembelaan melalui gerakan lingkungan, khususnya dalam menggugat perusak lingkungan dan pelaksanaan kebijakan publik yang berdampak negatif pada lingkungan. Atas hak apa gerakan lingkungan boleh menyeret industri pencemar atau instansi pemerintah ke pengadilan. Baik atas dasar pidana – perdata atau ke PTUN untuk kesalahan administrasi publik, antara lain tersebab mengeluarkan perijinan. (more…)

Berkebun Islami

Thursday, April 12th, 2007

Di sela-sela Seminar Internasional tentang “People – Centered Development” di Chiangmai, Meechai tokoh KB dan Kampanye AIDS Thailand, mengajak Uwan untuk bermalam di kawasan perkebunan pinggir kota. Magrib di Juni 1990 itu, kami hanya perlu satu jam bermobil ke pedesaan tempat kakak sepupunya Langkorn menetap dengan berkebun lengkeng dan leici. Mata pencaharian mereka sekeluarga hanyalah kebun 2 jenis buah itu seluas 2 hektar lebih kurang. (more…)

Berkebun di Laut

Wednesday, April 11th, 2007

Mentawai tangkap udang.jpg 

Mengembangkan pemikiran tentang pelestarian sumberdaya laut dan pesisir nampaknya tidak pernah berhenti dilakukan oleh sejawat Uwan dari LP3M Makassar. Setelah bertahun-tahun mendampingi masyarakat di pulau-pulau yang berpenghuni di Taman Nasional Taka Bone Rate, Kabupaten Selayar dan pulau-pulau di kabupaten Pangkajene, kini mereka sedang merintis apa yang diistilahkannya sebagai Peperiber. Maksudnya pengembangan perikanan berkelanjutan. Taka Bone Rate merupakan kawasan terumbu karang terbesar nomor tiga di dunia. Untuk menjajakan konsep itu Uwan menemani petinggi LP3M, Bung Sufrie Laude dan Hermanto Azis, road-show ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Departemen Perikanan dan Kelautan. Respons cukup menggembirakan, paling tidak ada antusiasme dari kedua lembaga pusat itu. (more…)

Melihat Ceruk

Wednesday, April 11th, 2007

Ferdimet Abadi, adik Uwan wirausahawan unik kelahiran Kumpulan – Bonjol yang berusia 43 tahun itu memang lain. Pria yang selalu berpakaian rapi ini menguasai tujuh bahasa dunia yaitu bahasa Inggris, Jerman, Italia, Jepang, Thailand, Perancis dan Belanda yang membuatnya terkatagori warga kosmopolitan. Hal mana tercermin dari perjalanan hidupnya dan kegiatan bisnis yang kini ditekuninya. Salah satu bisnis utama yang kini tengah giat dikelolanya langsung adalah menjual rumah meditasi bongkar pasang berbahan jati bekas (knock-down recycle teakwood meditation room) yang pemasarannya luas ke mancanegara dan dipasarkan melalui internet. (more…)

Mempersiapkan Bibit

Wednesday, April 11th, 2007

Belakangan baru Uwan paham bahwa politik pertanian kita di era Orde Baru dulu memihak kepada pangan dan itu umumnya fokus ke dataran rendah, khususnya padi, jagung dan kedele. Untuk dan atas alasan kestabilan politik, berbagai sumberdaya diarahkan kepada peningkatan produktifitas pangan. Stabilitas politik yang dibutuhkan untuk merealisasi pembangunan Indonesia, salah satunya dikembangkan melalui program stabilitas pangan. Sektor perut dan konsumsi yang mencukupi akan meredam keresahan rakyat yang pada gilirannya akan mendatangkan rasa aman sehingga stabilitas politik bisa dicapai. (more…)

Markisa Uwan

Friday, August 4th, 2006

Gambar 11.jpg

Pertengahan 1997 lalu - karena dibawa peruntungan - Uwan mendapatkan kontrak kerja internasional untuk mengelola suatu pilot proyek yang diuji-cobakan di Kabupaten Solok. Tepatnya di 2 Kecamatan, Lembah Gumanti dan Lembang Jaya. Mumpung dibayar dollar dari Washington sana ditambah kenaikan kurs, ada terlebih sedikit dana yang bisa diinvestasikan.
(more…)