Kepada kawanku Zukri Saad

Oleh : Muchtar Abas

Seandainya aku berani
menilai bahwa seorang kawanku telah tidak konsisten
dalam perjuangannya itu..
Apakah aku sendiri konsisten tentang: siapa aku ?

Aku bahkan bukan sebutir debu,
tapi cuma setitik pantulan bayangan debu..
yang melayang dipermukaan samudra Cahaya Eksistensi-Nya
yang tak bertepi..
Semoga Dia berkenan memantulkan setitik cahaya-Nya..
kepada kesadaran kita yang tahu diri..
karena malu..

Allah SWT lebih dekat kepada diriku
Ketimbang aku kepada diriku
Allah SWT lebih memperhatikan diriku
Ketimbang perhatianku sendiri kepada diriku.
Allah SWT dari sejak awal punya rencana yang jauh lebih baik
tentang masa depanku
ketimbang apa yang kurencanakan untuk masa depanku.
Allah SWT lebih mencintaiku tak terhingga kali lipat
ketimbang cinta yg bisa kuberikan kepada diriku.
Betapa aku tidak tahu bahwa Dia lebih aku ketimbang aku.

Begitu kita mati..,
kita tak punya prestasi apapun
yang bisa kita perlihatkan kepada Tuhan sendiri,
karena seluruh amal ibadah dan amal shaleh kita itu..
hanya bisa terwujud oleh berbagai faktor..
yang seluruhnya total hanya dari Dia sendiri..
Bahkan kesadaran kita yang bersedia melakukan amal & ibadah itupun..
sepenuh-Nya hasil pendidikan dari Ilahi Rabbi..

Kalaupun kita benar dan ikhlas
Dalam melakukan amal & ibadah tersebut..
Nilainya dihadapan-Nya hanyalah sebagai ungkapan setitik kesabaran..
setitik keikhlasan..
dan setitik rasa syukur..
ditengah segala semesta..
samudera anugerah-Nya yang tak terukur..kur..kur..
Silahkan saja bersyukur karena diwajibkan.
Tapi rasa syukur murni yang tulus spontan
Adalah dorongan energi kehidupan
Yang menggerakkan alam melampaui semesta dirinya..
Melesat sujud ke Haribaan Yang Agung..
Demi mempersembahkan rasa syukurnya
Yang meledak tak terbendung..

Maha suci Tuhan dari segala persepsi kita tentang Dia,
Karena Dia selalu tak terhingga kali lipat jauh lebih baik..
Ketimbang persepsi terbaik kita tentang Dia.
Subhanallah.
La haula wa la quwata illa billah.

Tuhan telah mengambil resiko
Dengan mempercayakan kehendak bebas kepada manusia..
Padahal manusia bisa lupa bahwa luasnya pilihan
Bagi kehendak bebasnya itu melebihi kemampuannya
Dalam mengendalikan diri..

Zukri, selamat Ulang Tahun yang ke 65
Dari sesama lansia anggota Mandiri..
Semoga setiap detik sisa umur kita
Hanya untuk hapusnya semua dosa..
Karena kita tahu bahwa..
Perlu keteguhan utk menjadi taqwa..
Sehingga layak memperoleh husnul khatimah..
Dengan ampunan dan kasih sayang..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala..

Aamiin.

Yogyakarta, 1 Januari 2021

————

Muchtar Abas, Alumni Departemen Matematika FMIPA – ITB, menetap di Yogyakarta. Saintis yang tersesat ke jalan yang lurus, mengawali karir sebagai pekerja sosial dalam memfasilitasi pengembangan sistem pendidikan islam di basis Pesantren Pabelan, di desa Pabelan, Kecamatan Mungkid – Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kedekatan dengan masyarakat desa, mengharuskan Muchtar untuk mengemban amanah menjadi Kepala Desa Pabelan satu periode. Karir berikut dilaluinya dengan menjadi Direktur Eksekutif P3M berkantor di Jakarta, sebuah lembaga yang fokus mengembangkan jaringan pesantren dan Masyarakat Indonesia. Aktif mengurus rehabilitasi korban gempa dan tsunami Aceh selama beberapa tahun, kini tetap sibuk menggeluti berbagai isu kemasyarakatan yang sepertinya tak pernah selesai. Memang, tak akan kunjung berakhir selama interaksi antar manusia tetap berlangsung.

Adikku Zukri | Azmi Saad