Kesan Kesan Bersama Bang Zukri Saad

Oleh : Yusrizal Hasbullah

Awal perkenalan dengan Zukri Saad – atau “Abang Zukri” sebagai panggilan akrab beliau dikalangan adik2 angkatan beliau – saat bergabung waktu di organisasi Gerakan Pemuda Banuhampu (GPB ) Bandung pada akhir tahun 1977. Pada saat itu, kami sebagai mahasiswa baru, yang berasal dari kampung yang sama dengan Bang Zukri yaitu Banuhampu – Kabupaten Agam, mendaftar sebagai calon penghuni baru ke Asrama Mahasiswa Banuhampu Bandung. Asrama yang berlokasi di Jalan Cisitu Baru no.16 kota Bandung ini, tidak terlalu jauh dari kampus ITB tempat kami bersama teman-teman dan juga bang Zukri berkuliah.

Sudah menjadi tradisi waktu itu, jika ada calon mahasiswa atau calon penghuni baru asal Banuhampu yang datang ke asrama sebagai calon penghuni, akan ditemui serta disambut oleh selain anggota/ pengurus Asrama juga oleh mahasiswa2 asal Banuhampu lainnya yang tinggal di sekitar lokasi. Saya ingat betul, Bang Zukri yang saat itu mengontrak kamar di rumah seberang Asrama, adalah salah satu senior yang selalu hadir menemui calon-calon mahasiswa baru. Acaranya disamping berkenalan dan mengetahui asal usul, juga berbagi pengalaman dan informasi yang dirasa perlu untuk calon mahasiswa agar tidak salah langkah di bumi parahyangan yang elok.

Secara umum, kami merasa bahwa Bang Zukri adalah salah seorang figur yang cukupsupel, cepat akrab dengan adik2 angkatan beliau. Baik yang tinggal di Asrama Banuhampu atau yang kost di luar asrama. Hal ini memang didukung tabiat dan bawaannya yang sejak dulu humoris, serta suka bicara apa adanya sehingga tidak ada kesan jarak antara satu sama lain. Tidak terkecuali hubungan beliau dengan rekan-rekan seangkatan maupun dengan para senior lainnya di GPB serta keluarga Banuhampu lain yang berdomisili di Bandung.

Jika bicara tentang organisasi, beliau adalah pakarnya sejak jaman kuliah dulu. Mulai dari organisasi kedaerahan sampai ke organisasi kampus, beliau sangat aktif disamping menekuni pendidikan akademiknya di Departemen Kimia – Fakutas MIPA ITB. Salah satu organisasi kampus yang beliau jalani waktu kuliah dulu adalah PSIK ( Pusat Studi Ilmu Kemasyarakatan) yaitu tempat berkumpul dan berdiskusi para mahasiswa tentang isu2 yang sedang berkembang di masyarakat. Walaupun saya memang tidak pernah masuk menjadi anggota aktif PSIK, namun ada satu semboyan dari PSIK tersebut yang sampai saat ini masih teringat yaitu : “ Hidup ini adalah tentang kepemimpinan…jika di masyarakat anda tidak menjadi pemimpin, maka anda adalah orang yang dipimpin”. Semua ada hikmah dan peranan masing-masing, memimpin dengan baik sama nilainya dengan menjadi anggota yang efektif dipimpin.

Hari-hari setelah pergolakan mahasiswa ITB dan Indonesia sejak awal 1978, semua mahasiswa diliburkan pemerintah menyusul aksi mogok yang dilancarkan. Berbulan-bulan Bang Zukri datang dan pergi. Sangat sibuk tampaknya mengurus kemahasiwaan dari luar kampus. Aktifitas itu lalu terhenti seketika, karena pola makan yang tidak sehat, merokok dan kurang tidur, Bang Zukri terserang penyakit thypus dan harus menginap di RS Advent di Cihampelas. Cukup lama di rumah sakit, penyembuhan di rumah dan terpikir untuk menyelesaikan kuliah yang banyak terbengkalai. Tapi dunia aktivisme tak bisa ditinggalkannya, sehingga baru 9 tahun kemudian lulus dari ITB.

Demikian sekilas kesan2 dengan Bang Zukri di masa kuliah …..

Menjelang akhir tahun 1980an, angkatan Bang Zukri dan kami pada umumnya sudah pada menyelesaikan masa perkuliahan di Bandung dan masing2 telah melangkah ke tahap kehidupan selanjutnya. Walau sudah terpisah-pisah oleh tuntutan pekerjaan dan kehidupan paska kuliah, diantara para alumni mahasiswa Banuhampu Bandung, sampai saat ini masih tetap ada komunikasi. Beberapa kali acara reuni diadakan jika diperlukan dan kondisi memungkinkan, belakangan panggilan akrab yang baru untuk bang Zukri yaitu : “Uwan Zukr” !!, Sebetulnya itu panggilan Abang untuk orang Tanah Datar. Mungkin panggilan itu berasal dari bahadir karena Bang Zukri 5 tahun lebih berkiprah di INS Kayutanam.

Di era komunikasi sekarang yang serba mudah, hubungan kami malahan semakin intens. Karena itulah, kami masih tetap dapat mengikuti perkembangan aktifitas kegatan keorganisasian yang ditempuh oleh Bang Zukri. Memang, setelah menyelesaikan kuliah di Bandung, cukup lama sebelum berkeluarga dan sejak bujangan telah terjun ke masyarakat. Lewat media, saya memantau kegiatan Bang Zukri, menjadi tokoh aktifis lingkungan hidup melalui advokasi lingkungan Walhi, kegiatannya yang tiada henti di bidang kemasyarakatan dan khususnya bidang Pertanian organik yang sudah menjadi pilihan ideologisnya. Tak luput dari pengamatan kami, adik-adiknya di organisasi Banuhampu, Bang Zukri kerap terberitakan sebagai nara sumber berbagai acara seminar dan lokakarya.

Sebagai orang yang diberi talenta lebih, Bang Zukri juga penulis yang produktif sejak mengelola majalah Gelora Banuhampu di Bandung. Saya mengikuti perkembangan aktifitasnya dalam menulis di berbagai media ,sampai saat ini. Tahun 2000 awal, terdengar pula ia memimpin koperasi yang menerbitkan harian Mimbar Minang di Padang. Saya membaca kumpulan kolomnya yang diterbitkan ulang dalam bentuk buku. Kata Bang Zukri, peneribtan buku itu adalah semacam CSR pribadi, dihadiahkan kepada kawan-kawan yang kebetulan bertemu. Ada juga tentunya dikirim lewat pos.

“Selamat Ulang Tahun yang ke 65 untuk Uwan Zukri”. Semoga diusia yang ke 65 tahun di tahun 2020 ini, Bang Zukri tetap dikarunia kesehatan dan dapat terus berkarya……Aamiin Ya Rabbal Alamiin….
Ladang Laweh – Banuhampu, 17 Agustus 2020

————

Ir. Yusrizal Hs. Dipl.SE., Menyelesaikan studi S1 di Tehnik Lingkungan ITB 1987 dan Program Diploma Sanitary Engineering, IHE Delft – Belanda 1991. Profesional berkarir di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum RI, Direktorat Jenderal Cipta Karya. Menjalani masa pensiun sejak tahun 2017, kini menetap di kampung halaman Nagari Ladang Laweh – Kabupaten Agam.

Adikku Zukri | Azmi Saad