Uwan Zukri: Sang Inspirator

Oleh : Avicenia Darwis

Suatu kehormatan bagi saya sebagai seorang sahabat muda, atau lebih tepat disebut sebagai anak didik Uwan Zukri untuk memberikan untaian kenangan dalam buku Autobiografi Uwan yang berjudul “Hut Ulang Tahun ke 65 – Kisah kisah merantau ke kampung halaman”.

Uwan Zukri mengambil domain “Inspiring” dalam rekam jejak kehidupannya. Idea, pemikiran, konsep, yang dihadirkan dalam implementasi hidup tentunya sangat unik dan menarik. Banyak pelajaran yang dapat diambil dan berguna buat kami dan generasi muda di bawah kami.

Uwan Zukri sebagai aktivis pertama kali saya kenal di saat memasuki tahun kedua kuliah di kota Bandung, di tahun 1984. Waktu itu saya mengikuti “Latihan Kepemimpinan Pemuda Minangkabau”. Yang salah seorang penggagasnya adalah beliau. Bagi saya yang saat itu baru saja meninggalkan kampung halaman, merantau ke kota Bandung untuk melanjutkan kuliah, pelatihan ini sangat membuka wawasan dan bersegera memutuskan untuk aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Banyak ilmu yang di dapatkan dari Uwan Zukri pada waktu itu.

Setamat dari kuliah Uwan Zukri pulang kampung bersama teman temannya dalam rangka mengembalikan kejayaan institusi INS Kayu tanam. Selanjutnya sangat banyak yang dilakukan oleh Uwan. Bagaimana mencoba untuk mengembangkan markisa di dataran tinggi Sumatera Barat. Konsep “one village one product”, pertanian modern dan beliau sangat “concern” terhadap usaha pengembangan masyarakat.

Bagian menarik dari sosok Uwan Zukri yang patut dicontoh adalah pemikirannya yang visioner, tampilan fisik yang flamboyan, serta konsep mind body and soul nya betul-betul bekerja. Uwan Zukri masih terlihat muda, sehat dan semangat, walaupun sudah masuk pintu gerbang fase awal usia lansia muda. 65 tahun umur di genggam, mudah mudahan hidupnya berkah dan menjalani tahapan akhir kehidupan dengan senang dan bertambah dekat dengan Sang Pencipta.

Luar biasa, Uwan Zukri yang selalu optimis ini sudah merancang dan bersama sama dengan para aktivis “go green”, akan memulai hidup baru di dataran tinggi berhawa sejuk “Labuah Gunuang, Sumatera Barat” untuk mewujudkan mimpi membangun kawasan pendidikan enterpreuneur bagi anak anak muda dan perkampungan manusia usia senja. Mudah mudahan rencana baik ini mendapat jalan yang lapang dari sang pencipta.

Akhirnya, izinkan saya menyampaikan rangkaian kata, mengiringi hari ulang tahun Uwan Sukri yang ke 65;

Ini bukan sekadar hari yang telah berganti.
Ini adalah hari yang spesial diberikan pada kita.
Hari ini diberikan khusus untuk kita.
Hari ini adalah hadiah yang kita miliki sekarang.
Sehingga kita sepatutnya bersyukur.
Memupuk kebiasaan bersyukur menjaga keindahan hari Agar setiap hari kita adalah hari pertama dan terakhir kita.
Maka kita akan menjalaninya dengan sebaik mungkin.
Membuka mata dengan rasa takjub, melihat berbagai keindahan yang bisa dinikmati.
Lihatlah langit.
Kita sangat jarang memperhatikannya,
bagaimana ia selalu berubah dari waktu ke waktu.
Perhatikan wajah setiap orang yang kita jumpai, masing-masing memiliki ceritanya yang saling berinteraksi membentuk kehidupan.
Perhatikan bagaimana air sungai mengalir dan memberikan kehidupan kepada milyaran manusia.
Itu cuma sedikit sekali dari begitu banyaknya pemberian Tuhan
asalkan kita mau membuka hati.

Buka hati untuk bisa menerima semua hadiah dari Tuhan,
lalu biarkan mengalir sehingga setiap orang yang kita temui
akan merasakan bahwa kita pun adalah hadiah dari Tuhan untuk mereka.
Melalui mata, sentuhan, senyuman, keberadaan kita. Biarkan rahmat itu berpendar kepada orang-orang di sekitar kita.
Maka hari ini benar-benar akan menjadi hari yang indah.

Bogor 14 Agustus 2020.

————

Avicenia Darwis. Pemerhati Sosial, Alumni Tehnik Geologi ITB. 29 tahun berkarir Ssebagai profesional di industri Migas Pertamina dengan jabatan terakhir Kepala SKK Migas Wilayah Kerja Sumbagut. Masa pensiun diisi dengan menjadi penulis dan sudah menerbitkan 4 buku non-fiksi. Sebagai pendidik, saat pensiun diisi dengan mengelola taman asuhan Yatim Duafa Qurotunnada, di kota Bogor serta menjadi Pemateri kuliah umum di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

Adikku Zukri | Azmi Saad