Zukri Saad dengan Ide Bisnis Virtual

Oleh : Monang Siringoringo

Pengalaman sebagai Mahasiswa Pencinta Alam yang sering memasuki wilayah pedesaan, merupakan awalhubungan pribadi saya dengan Mas Soekirman (Inisiator berdirinya Yayasan Bintarni dan Yayasan Bitra Indonesia, kini Bulati Serdang Bedagai). Dimulai sebagai relawan, kemudian aktif di Yayasan Bitra sejak 1991, saat muncul  isu Ekowisata di Indonesia.  Beberapa LSM di Indonesia yang bergerak di bidang konservasi dan Perlindungan Hutan, melakukan Inisiatif pengembangan dan pemasaran Potensi Ekowisata di Indonesia. Untuk wilayah Sumut, inisiatif itu diwujudkan dengan membentuk Yayasan Ekowisata Sumatra (YES). Saya di percaya menjadi sekretaris eksekutif, dimana Bang Zukri Saad dan Bang Soekirman menjadi Dewan Pengurus. Sejak itu, hubungan baik terjalin dengan Bang Zukri.

Intensitas komunikasi dengan Bang Zukri, jika sebelumnya masih menggunakan email, Fix telephone, berlanjut dengan penggunaan Pager, kemudian menggunakan telepon genggam. Semua peralatan itu disebutmendukung  “Virtual Komunikasi”. Nah, kalimat Virtual inilah yang baru saya dengar ketika di ucapkan oleh Bang Zukri tahun 2004, di ruang Direktur Eksekutif Bitra Bung Safaruddin Siregar.

Bang Zukri, begitu kami di Medan memanggil alumni ITB ini, adalah seorang Penggiat LSM lingkungan Hidup,yang telah banyak bergelut dengan berbagai advokasi lingkungan. Beliau pernah menjadi Direktur Eksekutif Walhi Nasional, berpengalaman di berbagai organisasi dan aktivitas lingkungan. Pengalaman yang telah membawanya berkarya ke berbagai belahan bumi nusantara dan berbagai negara.

Sepak terjangnya dalam dunia advokasi lingkungan hidup dan pembangunan, telah memberinya pengalaman panjang dan pemahaman praktis lapangan. Perjalanan hidupnya di dunia penggalangan kantong-kantong masyarakat dalam memperjuangkan lingkungan hidup, telah memberinya pengetahuan sehingga mampu menghadirkan gagasan liar tentang Pengembangan masyarakat marjinal pedesaan, rekayasa sosial dan implementasi pembangunan berkelanjutan, pengembangan dan penguatan ekonomi masyarakat pedesaan, resolusi konflik, teknologi tepat guna dan energi alternatif.

Masih segar di ingatan saya sekitar  tahun 2004 itu, dengan suara yang khas, bang Zukri mengatakan “ Nah Sudah sampai si Monang, gimana khabar Nang ?. “ Apa Cerita Bang “, tukasku. “Duduk dululah Mon”. Sambil minum kopi dan mengisap rokok, “begini Mon, Abang mu ini datang untuk memberikan penyegaran,membangkitkan semangat bagi kaum muda pergerakan rakyat yang peduli kaum marginal. Khususnya membangun mau cerita tentang kecenderungan masa depan. “Ah cerita apa pula ini”. Bang Zukri melanjutkan dengan peluang model pemasaran alternatif bagi produksi yg dihasilkan oleh masyarakat dampingan yang ada di pedesaan.

Nah jadi begini, produksi masyarakat dipasarkan melalui media pasar alternatif, virtual marketing melalui sarana website di internet. Seluruh informasi produk dan harga, lengkap dengan bentuk kemasan , dimana konsumen dirayu dengan gambar dan buaian kalimat-kalimat sehingga tertarik untuk membeli. Dengan semangat, sembari makan kacang rebus, menyeruput Kopi dan menghisap rokok Gudang Garam, Bang Zukri melanjutkan cerita bahwa produk yang di pasarkan melalui cara itu, sangat efektif. Produk petani tidak singgah di kedai atau di gudang, karena langsung di kirim ke konsumen. Jadi, tak perlu lagi punya kedai atau sewatokountuk transaksi penjualan, sehingga biaya sewanya, bisa di alihkan untuk mendukung modal kerja.

Direktur Bitra Safaruddin sambil tertawa cekakakan menimpali  “ Ah, inilah kekaguman awak kalau abanganda ini datang ke Medan. Soor awak, bertambah ilmu baru dan semangat awak untuk terus berjuang”. Bang Zukrisenyum simpul saja. Hening sejenak, kemudian sambil terkekeh kekeh Bang Zukri, menjelaskan, bahwa system pembayaran dari hasil penjualan pun, dimulai dengan menggunakan interaksi langsung dengan lembaga keuangan. Singkat cerita, bualan Bang Zukri terbukti sekarang, setelah 15 tahun, dengan hadirnya bisnis online dan sistem pembayaran berbasis rekayasa finansial.

Karena tertarik dengan kalimat Virtual waktu itu, maka awakpun coba berselancar mencari apa sebenarnya definisi Virtual dan apa saja padanan kalimat yang sering bersanding dengan “ Virtual”. Nyatanya, itu istilah yang berkaitan dengan hasil nyata. bisa berupa karya buah pikiran yang bersifat maya atau imaginatif namun bisa diaplikasikan juga dalam dunia perkembangan tehnologi modern seperti internet.

Menurut Bang Zukri di diskusi sore bergizi itu, Virtual Bisnis adalah salah satu dari berbagai sarana komunikasi elektronik, yang dapat digunakan untuk pemasaran produk yang diyakini akan lebih efektif-efisien.Produk pertanian hasil kelompok tani dan Koperasi,  dipasarkan melalui sarana Website dan juga Email.Setiap informasi produk didesain dengan warna dan latar gambar yg menarik, menyusul kalimat yang mudah dibaca dan di mengerti. Menurut Bang Zukri, “kita harus mampu membuat lompatan lompatan ide dan gagasan, mnenyongsong makin canggihnya teknologi komunikasi”. Kami hanya mampu menjawab “ Siap abangda, inilah soor-nya kami kalau Abangda Zukri datang. Pasti keluar ide-ide liar yang gampang dikatakan, tapi sulit untuk segera dilakukan”. Awak sampai melongo mendengar kalimat Virtual Bisnis itu. Memanglah Abang awak ini.

Pencerahan sore itu ber lanjut sampai malam, diiringi hisapan rokok, seruputan kopi dan dilanjut makan malam nasi goreng bernuansa gulai kambing. Itulah sepenggal kisah inspiratif yang mampu membangkitkan semangat kami.

Ternyata sepenggal rekaman cerita pembangkit semangat, yang pernah di ceritakan  oleh bang Zukri  pada tahun 2004 itu, sekarang terbukti. Komunikasi pemasaran produk didukung oleh berbagai media virtual, seperti seperti Facebook, Whatts-up, Twitter, Instagram dan banyak lagi. Otak Bung Zukri yang tak pernah berhenti bekerja dan menganalisa, ditambah oleh cara berpikir yang berorientasi ke masa depan, seakan semua yang dia ramalkan cenderung terbukti.

Demikianlah sepenggal kesan selama bersahabat dengan Abangda Zukri Saad, semoga panjang umur dan sehat selalu. Perjuangan masih panjang Jendral !!

Medan, 12 Agustus 2020

————

Monang Siringoringo, Aktifis penggerak ekowisata dan Pendidikan di Sumatera Utara, menetap di Medan. gerakan Ekowisata dan Pendidikan lingkungan hidup. Alumni IKIP Medan ini, Aktif di berbagai jaringan kerja, antara lain :  Dewan Daerah Walhi Sumut, Forest watch Indonesia (FWI), Jaringan Pendidikan lingkungan hidup (JPL), Jaringan Masyarakat Ekowisata Indonesia (MEI), Dewan Kehutanan Daerah Sumut (DKD Sumut), Forum DAS Ular, Komisi Pembangunan Berkelanjutan – Sumut.

Adikku Zukri | Azmi Saad